Sabtu, 26 Maret 2011

Teknologi Komunikasi dalam Perspektif Psikologi


Perkembangan teknologi informasi dewasa ini menuntut setiap orang untuk melek komputer (computer literacy) karena komputer merupakan alat komunikasi utama bagi miliaran orang. Melalui komputer, masyarakat mempunyai akses secara cepat terhadap informasi dari seluruh dunia. Masyarakat telah banyak memperoleh keuntungan dari penggunaan komputer. Kebanyakan pengguna dari kalangan bisnis dan pribadi dapat membuat keputusan berdasarkan informasi yang cukup karena mereka telah memperoleh akses instan terhadap informasi mana pun di dunia.
Urgensi bagi setiap orang untuk melek komputer semakin meningkat dengan adanya teknologi internet. Internet dihubungkan oleh jaringan yang menjangkau seluruh dunia. Jaringan (network) adalah sekumpulan alat yang saling terhubung melalui media komunikasi dan media transmisi. Ketika komputer terhubung denngan jaringan, keadaan tersebut disebut tersambung/terhubung (online). Jaringan membuat komputer membagi sumber daya, seperti hardware, software, data, dan informasi. Membagi sumber daya menghemat waktu dan uang.

Internet dalah sekumpulan jaringan dari seluruh dunia yang menghubungkan jutaan perusahaan, badan pemerintah, institusi pendidikan, dan perorangan. Lebih dari satu miliar orang di dunia menggunakan internet setiap hari untuk berbagai tujuan, diantaranya untuk berkomunikasi, mengakses beragam informasi, berita, dan penelitian, berbelanja barang dan jasa , untuk perbankan dan investasi, mengakses hiburan, mengunduh musik, dan berbagi informasi. Orang-orang terhubung ke internet untuk bertukar informasi dengan orang lain di seluruh dunia. Electronic mail atau e-mail membuat kita dapat mengirimkan pesan kepada orang lain. Dengan instant messaging, kita dapat langsung berbicara dengan pengguna lain yang sedang terhubung. Pada chat room, kita dapat berkomunikasi dengan berbagai pengguna dalam waktu bersamaan.

Teknologi berbasis internet tidak terlepas dari penggunaan world wide web atau lebih dikenal dengan istilah web. Web adalah salah satu jasa yang paling populer di Internet. Web berisi miliaran dokumen yang disebut web pageWeb page dapat berisi teks, gambar, audio dan video. Setiap orang dapat membuat web page, lalu membukanya di internet sehingga orang lain dapat melihatnya. Ratusan ribu orang sekarang ini menggunakan blog untuk menyampaikan pemikiran mereka di web. Blog adalah situs web informal yang terdiri atas artikel yang ditandai dengan waktu dalam bentuk catatan harian atau jurnal.

Penggunaan teknologi informasi menurut perspektif psikologi dalam hal ini lebih berorientasi pada kemudahan akses informasi dan komunikasi yang ditawarkan. Alasan efisiensi dan efektivitas menjadi landasan utama seseorang memanfaatkan teknologi informasi untuk berbagai kebutuhan. Penggunaan waktu yang lebih efisien dan hasil yang lebih efektif tentu akan meningkatkan produktivitas kita di bidang yang kita geluti. Namun, fenomena yang kita temui di sekitar kita seiring dengan perkembangan teknologi dan arus komunikasi yang semakin pesat adalah semakin minimnya intensitas silaturrahim yang dilaksanakan secara face to face. Kemudahan informasi dan komunikasi bahkan dianggap mampu menggantikan pertemuan dengan kerabat dan sahabat.

Di sisi lain, kita juga melihat fenomena mudik di tengah masyarakat menjelang Hari Raya sebagai salah satu sarana silaturrahim. Fenomena ini umumnya kita temui di berbagai kota besar di seluruh Indonesia, khususnya Jakarta. Masyarakat urban yang datang dari seluruh pelosok Indonesia berbondong-bondong memadati berbagai sarana transportasi guna menjangkau daerah tujuan mereka. Namun, realita mudik yang kita lihat sekarang ini mengarah pada suatu dinamika kompleksitas masyarakat yang dapat ditinjau dari 3 jenis tindakan sosial, yaitu:
1. Fenomena mudik sebagai tindakan rasionalis instrumental.
Di sini tindakan sosial yang dilakukan seseorang didasarkan atas pertimbangan dan pilihan sadar yang berhubungan dengan tujuan tindakan itu dan ketersediaan alat yang digunakan untuk mencapainya.
2. Fenomena mudik sebagai tindakan tradisional.
Dalam tindakan jenis ini, seseorang memperlihatkan perilaku tertentu karena kebiasaan yang diperoleh dari nenek moyang, tanpa refleksi sadar atau perencanaan.
3. Fenomena mudik sebagai tindakan afektif.

Tipe tindakan ini didominasi perasaan atau emosi tanpa refleksi intelektual atau perencanaan sadar. Tindakan afektif sifatnya spontan, tidak rasional, dan merupakan ekspresi emosional.
Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa perspektif psikologi dalam kemudahan penggunaan teknologi informasi, dalam hal ini untuk menjalin komunikasi/silaturrahim sangat bergantung pada pengguna atau subyeknya. Tradisi mudik yang masih terjaga di Indonesia hingga saat ini mengindikasikan bahwa meskipun teknologi informasi dan komunikasi semakin menawarkan kemudahan, namun belum mampu menggantikan nilai silaturrahim yang akan terus dijalin. Demikian pula bagi masyarakat perkotaan yang seringkali terjebak dalam rutinitas yang berlangsung sama dan terus menerus, silaturrahim dapat menjadi salah satu alternatif untuk melepaskan diri sejenak dari kepenatan di kota besar.


Referensi:
Shelly, dkk. 2007. Discovering Computer. Jakarta: Penerbit Salemba Infotek.
J. Dwi Narwoko, Bagong Suyanto (ed). 2004. Sosiologi, Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Penerbit Kencana
Carole Wade, Carol Tavris. 2007. Psikologi. Jakarta: Penerbit Erlangga

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons